Wastewater Treatment Plant (WWTP / IPAL)

LATAR BELAKANG:

PT ZEFA VALINDO JAYA adalah perusahaan spesialis di bidang  Water & Air Treatment telah sangat berpengalaman sejak tahun 1999 dan membantu banyak industri dalam penanganan masalah air dan limbah. Dimana kita tahu bersama belakangan ini sangat tingginya tuntutan kesadaran terhadap para industrialis atau usahawan untuk mengelola air dan limbah industri mereka secara bertanggungjawab demi kelestarian sumber daya air dan kesehatan lingkungan.

Dalam triwulan pertama di tahun 2020 kami telah mendapatkan kepercayaan dari hampir 10
(sepuluh) perusahaan secara bersamaan, baik skala kecil, menengah maupun yang besar untuk mengerjakan sistim pengolahan limbah (IPAL/WWTP) industri mereka. 

Kita tahu bahwa untuk sistim pengolahan limbah banyak metode atau teknologi yang tersedia untuk dipilih, dimana bagi pelaku bisnis seperti kami ini yang telah berpengalaman akan menentukan pilihannya disesuaikan dengan karakterik dan permasalahan limbah setempat, dan target baku mutu yang ingin dicapai. Sebab proses desain (design engineering) yang tepat akan memberikan hasil olahan yang sesuai sasaran.


APA YANG SEDANG KAMI KERJAKAN ?

Salah satu proyek IPAL/WWTP yang sedang kami kerjakan sekarang ini ialah Wastewater Treatment Plant untuk pengolahan air limbah pabrik karbon aktif dimana limbah yang diolah ialah dari proses acid washing.

Proses yang kami gunakan ialah gambungan proses fisika - kimia, dimana proses design engineering nya telah didahului suatu proses lab-trial dan analisa yang teliti, baru kemudian dilanjutkan ke tahap scale-up melalui process design engineering oleh para tim ahli kami.

Tahapan tiap-tiap unit pengolahan dan proses Wastewater Treatment Plant (WWTP), sebagai berikut:
  1. Proses Netralisasi 
  2. Proses Koagulasi & Flokulasi
  3. Proses Sedimentasi
  4. Filtrasi
  5. Filter Press (dewatering process)

Adapun proses wastewater treatment system pada masing-masing tahapan unit pengolahan dapat dijelaskan secara ringkas, sebagai berikut:
  1. Netralisasi: Air limbah dipompakan masuk ke system WWTP dan pertama kali akan diinjeksi dengan pH adjuster untuk menetralkan pH. Karena pH awal air limbah termasuk asam hingga di bawah pH 5 maka perlu dilakukan netralisasi di awal.
  2. Koagulasi & Flokulasi: Selanjutnya setelah netralisasi air limbah pada tahapan selanjutnya diinjeksikan koagulan yang disebut proses koagulasi dan kemudian untuk menyempurnakan proses pembentukan flok-flok di tambahkan lagi flokulan yang disebut proses flokulasi, sehingga akan mudah diendapkan pada tahapan berikutnya.
  3. Sedimentasi: Setelah melewati proses koagulasi dan flokulasi maka akan terbentuk flok-flok yang besar dan ter-aglomerasi yang kemudian harus dipisahkan dari air sehingga akan dihasilkan air olahan (effluent) yang bersih. Untuk memisahkan endapan dan air dilakukan proses sedimentasi cepat (rapid sedimentation) melalui unit clarifier dengan bantuan lamella settler untuk menyempurnakan proses pemisahan flok dengan air bersih (effluent). Flok yang terbentuk akan dikumpulkan (trapped) dibagian dasar clarifier yang dapat kita sebut sebagai sludge chamber yang endapan slurry yang terkumpul kemudian akan dialirkan ke unit pengolahan Filter Press sedangkan air bersih (effluent) akan di alirkan ke Break Tank untuk penampungan sementara.
  4. Filtrasi: Air olahan hasil dari proses sedimentasi yang sudah tertampung di break tank akan dipompakan ke unit sand filter yang menggunakan media filter pasir silika dan gravel berfungsi sebagai penyaring sisa partikel atau flok yang masih mungkin terikut (carry over), kemudian dilanjutkan ke unit Carbon Filter menggunakan media filter karbon aktif, adapun fungsi dari unit carbon filter ini sesuai sifatnya adalah untuk menyaring/absorbsi pengotor organik, menghilangkan bau juga warna dari air olahan sehingga air benar-benar bersih dan memenuhi baku mutu yang ditentukan.
  5. Filter Press (Optional): Flok-flok berupa lumpur (sludge) yang dikumpulkan pada unit clarifier akan dialirkan ke sludge tank yang kemudian akan menjalani proses pengeringan dengan unit filter press, pada unit ini flok-flok yang terkumpul dalam jumlah besar menjadi slurry (lumpur cair) akan di-press menjadi sludge-caked (lumpur padat) dengan kandungan kadar air yang sudah jauh berkurang dan siap untuk dibuang sebagai waste sludge. Sebagai alternatif untuk penggunaan filter press, dapat juga dilakukan pengeringan lumpur buangan secara alamiah yang disebut drying bed, hal ini dimungkinkan jika ketersediaan lahan cukup.

PENGALAMAN KERJA dan JAMINAN MUTU:

PT ZEFA VALINDO JAYA adalah spesialis dibidang Chemicals, Water & Wastewater Treatment, Water Cooling System, Boiler, Desalination Process, Industrial Supply dan Maintenance.

Pelanggan yang telah sukses kami layani dari berbagai sektor industri seperti: Municipal Water & Waste Treatment companies, Marines, Palm Oil Mill, Pulp & Paper, Textile, Steels Mill, Cold Storage,  Food & Beverages, Refineries, Chemical Plants, Hotels, Public & Commercial Building, Oil & Gas companies, dan Power Plants

Beberapa pelanggan kami yang merasa puas dengan hasil kerja kami, terhitung ratusan pelanggan baik perusahaan kecil, menengah dan perusahan-perusahan besar swasta nasional dan multinasional.


SIAPA YANG MAU BERGABUNG DALAM DERETAN PELANGGAN KAMI YANG PUAS?

Hubungi Tim Kami untuk sekedar konsultasi cuma-cuma menemukan solusi bagi keperluan di industri anda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UOS Teknologi Revolusioner untuk Mengatasi Limbah B3

Proyek STP (Sewage Treatment Plant) Green Bay Pluit Jakarta

Implementasi Biocleaner pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Farmasi